BRMP Riau Bersama Dinas PTPH Provinsi Riau Laksanakan Rakor Percepat Realisasi Tanam Padi PM AAS
Pekanbaru – Dalam upaya mempercepat pencapaian swasembada pangan yang berkelanjutan, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Riau dan Dinas PTPH Provinsi Riau menggelar rapat koordinasi penerapan budidaya padi Model PM AAS yang diikuti oleh para pemangku kepentingan dari tingkat provinsi, kabupaten, penyuluh pertanian lapangan pada Selasa (14/07/2026) bertempat di Aula Hang Tuah BRMP Riau.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta menyusun langkah strategis dalam implementasi budidaya padi Model PM AAS untuk meningkatkan produksi padi di Provinsi Riau. Melalui penerapan teknologi budidaya Model PM AAS yang tepat dan pendampingan secara intensif, diharapkan produktivitas padi dapat meningkat sehingga mampu mendukung target swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.
Plt Kepala Dinas PTPH Provinsi Riau, Supriadi, S. Hut, MT menyampaiakan kawasan penerapan Model PM AAS di Provinsi Riau mencapai 4.707 ha yang tersebar di delapan kabupaten meliputi Rokan Hilir : 1 ha, Rokan Hulu : 137 ha, Kampar : 341 ha, Siak : 659 ha, Pelalawan : 5 ha, Indragiri Hilir : 2.630 ha, Indragiri Hulu : 274 ha, Kepulauan Meranti : 26 ha dan Kuantan Singingi : 635 ha. Sebaran kawasan tersebut menjadi fokus pelaksanaan budidaya padi Model PM AAS dengan mengoptimalkan input produksi meliputi penggunaan benih unggul dan pupuk, pengelolaan lahan dengan penambahan pupuk organik dan pupuk kimia, serta penerapan teknologi pertanian modern.
Kepala BRMP Riau, Dr. Agus Wahyana Anggara, S.Si, M,Si memaparkan teknologi budidaya padi Model PM AAS dengan keunggulan target hasil panen minimal 10 ton/ha, metode tanam secara tanam pindah, tabela, dan menggunakan mesin tanam. Modelnya tanam yang digunakan menggunakan jajar legowo 4:1 dan 6:1 dengan model sisip pinggir dengan jarak tanam (20x10x40). Arah pertanaman sejajar matahari yaitu timur barat untuk optimalkan fotosintesis dan ultaviolet matahari pagi (jam 08.00-10.00 WIB) dapat mencapai tanah shingga dapat membunuh patogen penyebab penyakit pada tanaman padi. Untuk meminimalkan kejadian tanaman rebah digunakan metode tabela tanam dalam alur dan juga dengan mengembalikan jerami padi, areng sekam, abu sekam/kayu lainnya ke lahan saat olah lahan. Untuk pemupukan menambah sekitar 30% dan diharapkan PPL dapat mendampingi petani dalam pengusulan pupuk subsidi melaui e-RDKK.
Diskusi juga dilaksanakan untuk membahas alur pengajuan bantuan pemerintah untuk kegiatan Program Strategis Nasional terutama peningkatan produksi padi. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani, penerapan budidaya padi Model PM AAS diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan pencapaian swasembada pangan berkelanjutan di Provinsi Riau.